Minggu, 13 Mei 2012

Klasifikasi Makhluk Hidup


  1. Sistem klasifikasi
Pada sistem klasifikasi, mahkluk hidup dikelompokkan secara sistematis dan bertahap. Cabang ilmu biologi yang mengkaji pengelompokan makhluk hidup disebut taksonomi.
Sistem klasifikasi makhluk hidup pertama kali dipelopori oleh Carolus Linnaeus pada abad ke 18. Prinsip klasifikasi makhluk hidup berdasarkan permsaan cirri dan pemberian nama dengan sistem tata nama ganda.
Pembagian kelompok didasarkan pada perbedaan dan persamaan ciri, diantaranya ada tiga sistem :
  1. Klasifikasi sistem alami, pengelompokan tersebut berdasarkan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi.
  2. Klasifikasi sistem filogeni, pengelompokan tersebut berdasarkan sejarah evolusi.
  3. Klasifikasi sistem buatan, pengelompokan tersebut berdasarkan persamaan ciri morfologi yang mudah dilihat.
Jika ada anggota makhluk hidup tersebut masih memiliki perbedaan, ia dipisahkan dalam kelompok yang lebih kecil.
Kegiatan pengelompokan mahkluh hidup menghasilkan kelompok-kelompok takson. Banyak dan sedikitnya persamaan atau perbedaan ciri antar anggota suatu kelompok makhluk hidup akan menentukan jenjang takson dan juga menujukkan jenjang kekerabatannya.
Anggotanya memiliki sedikit persamaan berada pada jenjang takson yang lebih tinggi dibandingkan kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan, sedikit persamaan ciri antara makhluk hidup, semakin jauh kekrabatannya.
Jenjang takson menunjukkan bahwa setiap kelompok besar makhluk hidup terdiri dari kelompok kecil makhluk hidup.
Takson lainnya merupakan takson buatan sehingga dapat berubah dengan adanya data atau interpretasi baru.
jenjang takson, filum untuk hewan dan divisi untuk tumbuhan
Kelas mammalia (mamalia), aves (burung), reptilia (reptil), amphibia (amfibi), dan pisces (ikan) membentuk filum chordata. Filum chordata adalah salah satu filum dar kingdom animalia (hewan).

B.       Sistem tata nama makhluk hidup
Karena nama berhubungan dengan bahasa yang digunakan manusia, nama berbagai spesies makhluk hidup mungkin sebanyak bahasa yang digunakan manusia.
Pada tahun 1735, ilmuwan bernama Carolus Linnaeus menciptakan sitem tata nama, yang bertujuan untuk memudahkan komunikasi antar-ilmuwan biologi mengenasi jenis makhluk hidup. Bahasa yang digunakan adalah bahasa latin karen bahasa tersebut adalah bahasa ilmiah universal.
Sistem tata nama terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai nama genus dan bagian kedua sebagai penujuk spesies yang disebut Tata nama ganda atau binomial nomenclature.
Sistem tata nama ganda juga memasukkan singkatan nama orang yang pertama kali mengidentifikasi suatu spesies makhluk hidup.
Penulisan nama ilmiah memiliki aturan, yaitu nama gnust dimulai dengan huruf besar, sedangkan nama penunjuk spesies dimulai dengan huruf kecil. Kedua bagian nama tersebut digarisbawahi jika ditulis dengan tanga, jika diketik dengan komputer kedua nama tersebut dicetak miring. Nama penemu ditulis dalam singkatan atau ditulis lengkap di belakang nama penunjuk spesies. Nama penemu ditulis dengan awal huruf besar dan tidak berlaku dengan aturan penulisan nama.
Contoh :
Musa Paradisiaca L – ditulis dengan tangan
Musa Paradisiaca L – diketik melalui komputer
*L adalah Linnaeus sebagai pengidentifikasian pisang pertama kali

C.       Manfaat mempelajari klasifikasi
  1. Mengenal berbagai spesies makhluk hidup meliputi ciri-ciri makhluk hidup
  2. Mengenal Hubungan kekerabatan di antaara makhluk hidup
  3. Mengenal Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya
Keseimbangan ekosistem memberikan manfaat tak langsung bagi manusia, tapi sangat berguna untuk manusia.
Makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu,
  1. Manfaat
  2. Tempat hidup
  3. Ukuran
  4. Alat gerak
  5. Berdasarkan kriteria ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan biologi

  • Sistem dua kingdom
Sistem klasifikasi yang pertama, isinya ada Kingdom Animalia (hewan) dan Kingdom Plantae (tumbuhan).
Kingdom plantae memiliki ciri mampu membuat makannya sendiri dengan cara fotosintesis (bersifat autotrof), sedangkan kingdom Animalia memperoleh makanan yang sudah berupa bahan organik dari lingkungannya (berisfat heterotrof).
  • Sistem tiga kingdom
Sistem ini muncul ketika ditemukan mikroskop. Pengunann mikroskop mengungkapkan adanya makhluk hidup renik (mikroorganisme) bersel satu (uniseluler) atau, bersel banyak (multiseluler) yang memiliki ciri tumbuhan dan hewan.
Tiga kingdom yang termasuk adalah Protista, Plantae dan Animalia.
  • Sistem empat kingdom
Sistem ini muncul setelah berkembangnya teknik dan alat penelitian yang lebih canggih, salah satunya mikroskop elektron. Mikroskop ini dapat mengungkapkan struktur ultra mikroskopik sel makhluk hidup. Makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti disebut prokariot, sedangkan makhluk hidup yang memiliki membran inti disebut eukariot.
Empat kingdom yang termasuk adalah Monera, Protista, Plantae, dan Animalia.
  • Sistem lima kingdom
Sitem lima kingdom dikembangkan oleh R.H. Whittaker pada tahun 1969. Pada sistem ini jamur dipisahkan dari kingdom Plantae berdasarkan ciri struktur sel dan cara memperoleh makanan. Jamur dikelompokkan dalam kingdom Fungi.
Lima kingdom yang termasuk adalah Jamur, Monera, Protista, Plantae dan Animalia.
  • Sistem enam kingdom
Archaebacteria, sekelompok makhluk hidup yang diteliti oleh para biologiwan selama bertahun-tahun memiliki ciri-ciri yang unik, berbeda dengan bakteri dalam kingdom Monera.
Pada tahun 1970an, seorang ilmuwan mikrobiologis Carl Woese dan peneliti lain dariuniversity of Illionis menemukan bahwa Archaebacteria berbeda dengan Eubacteria (bakteri).
Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot.
Pada tahun 1996 para biologiwan sepakat memisahkan Eubacteria dan Archaebacteria, sehingga kingdom Monera terpisah menjadi dua.
Archaebacteria merupakan nenek moyang makhluk hidup eukariot unseluler.
Sistem enam kingdom termasuk Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia.
Dibawah ini adalah tabel penguraian ciri utama enam kingdom,
Selain enam knigdom di atas, ditemukan pula virus. Virus memiliki ukuran yang sangat renik. Struktur tubuhnya bukan berupa sel, tetapi hanya terdiri dari asam nukleat yang diselubungi protein. Virus memiliki satu ciri kehidupan, yaitu reproduksi. Reproduksi hanya akan terjadi apabila virus berada di dalam sel makhluk hidup lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar